Surabaya

Dibutuhkan 1 Juta Bibit Mangrove Untuk Menahan ABRASI Pesisir Utara Kota Surabaya

691
×

Dibutuhkan 1 Juta Bibit Mangrove Untuk Menahan ABRASI Pesisir Utara Kota Surabaya

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Indonesiajaya-news.com – Dampak abrasi bagi masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah adalah pengikisan daratan pantai oleh air laut yang menyebabkan hilangnya tempat tinggal, rusaknya lahan usaha, dan rusaknya infrastruktur yang di bangun serta menurunnya pendapatan sektor kelautan dan perikanan.

Dampak abrasi bagi Pemerintah meliputi hilangnya aset atau infrastruktur publik, penyusutan luas wilayah teritorial, serta peningkatan beban anggaran untuk penanggulangan bencana

Dampak abrasi bagi pelaku usaha pesisir adalah rusaknya tempat usaha, turunnya jumlah pengunjung, dan berkurangnya pendapatan ekonomi

Kota Surabaya merupakan ibukota Propinsi Jawa Timur yang memiliki luas sekitar 326,37 km persegi, Kota Surabaya terbagi dalam 31
Kecamatan dan 153 Kelurahan. Panjang garis pantai di Surabaya mencapai 47 km. Kawasan Pesisir Surabaya Utara sering juga di sebut Teluk Lamong karena memang bentuknya
seperti teluk dan ada sungai Kali Lamong yang bermuara di kawasan ini.

Secara geografis wilayah Kota Surabaya sebelah utara dan sebelah timur berbatasan dengan Selat Madura, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan di
sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Gresik.

“Secara umum wilayah Kota Surabaya
merupakan daratan rendah dengan ketinggian 3 – 6 meter diatas permukaan air laut, sedangkan di sebelah selatan dengan ketinggian 25 – 50 meter diatas permukaan air laut. Permasalahan – permasalahan di daerah pantai, khususnya perubahan garis pantai harus mendapat perhatian serius sebab dampak yang ditimbulkan akan sangat berpengaruh terhadap rencana dan aktivitas pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. Di daerah pantai pesisir khususnya. Kondisi didaerah pantai dan pesisir di Surabaya Utara yang diduga mengalami perubahan dengan berbagai penyebabnya, disini saya akan jelaskan prihal benteng pesisir yang bernama hutan mangrove.” Kata samsurin ketua komite tetap kelautan dan perikanan kadin kota Surabaya.

Samsurin Bersama Warga sekitar Pesisir Pantai

‘Saya memulai dari sisi barat ke utara. Dari perbatasan gresik yaitu kali lmaong kelurahan rumokalisari hingga ke utara kelurahan kalianak.
Bentang garis pantai pesisir mencapai 8 km. Daerah ini di kenal dengan kawasan industri pergudangan, jasa dan kawasan pemukiman selebihnya ada 480 nelayan tangkap. Pertanian tambak garam dan tambak ikan.” Tutur Surin panggilan akrabnya

Garis pantai 8 km ini jauh dari perhatian kita semua . Benteng untuk menahan abrasi air laut yang seharusnya tersedia minimal 160 hektar hutan magrove tapi kenyataannya gundul sepanjang 7 km.

Mangrove yang tebal hanya ada di wilayah rumokalisari, kawasan pelabuhan teluk lamong dan daerah greges timur kelurahan sarioso.
Jika keadaannya seperti ini tidak menutup kemungkinan kita akan mengalami banyak kerugian dari dampak abrasi yang saya terangkan pada alenia awal.

Untuk itu semua memiliki tanggung jawab untuk melakukan revitalisasi dengan menanam kembali 1 juta bibit mangrove di wilayah utara hingga ke barat kota surabaya. (Arifin/Samsurin)