DaerahPendidikan

Berdayakan 32 UMKM Talango, KKN Kolaboratif Bangun Ekosistem Berkelanjutan Bersama BRI dan Halal Hub

1418
×

Berdayakan 32 UMKM Talango, KKN Kolaboratif Bangun Ekosistem Berkelanjutan Bersama BRI dan Halal Hub

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Indonesiajaya-news.com – Desa Talango, Kabupaten Sumenep Madura, Jarak dari pusat kota seharusnya tidak menjadi jarak bagi UMKM untuk berkembang. Semangat inilah yang mendorong KKN Kolaboratif menghadirkan program pemberdayaan bagi UMKM di Desa Talango dengan mengusung semangat bersinergi, berkolaborasi, dan berdampak.

Sebanyak 32 UMKM di Desa Talango berhasil didampingi melalui sejumlah program, mulai dari digitalisasi usaha, penguatan identitas usaha, hingga pembentukan wadah bersama bagi pelaku UMKM.

Dalam aspek digitalisasi, mahasiswa berkolaborasi KKN kolaboratif Antar Perguruan Tinggi dari UINSA, UIN Madura, Universitas Islam Madura dan Universitas Annuqayah bersama dengan Bank BRI Kalianget dalam mendorong penggunaan QRIS sebagai salah satu upaya memperluas akses pembayaran digital bagi pelaku UMKM. Kolaborasi ini tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan sistem pembayaran digital, tetapi juga membangun kepercayaan pelaku UMKM bahwa transaksi digital dapat dilakukan dengan aman melalui lembaga perbankan yang mudah dijangkau.

Selain itu, mahasiswa membantu UMKM mengoptimalkan Google Maps agar usaha mereka lebih mudah ditemukan oleh masyarakat maupun wisatawan. Penguatan brand identity juga dilakukan melalui pembuatan banner bagi UMKM di kawasan wisata religi Astana Yusuf, sehingga keberadaan usaha lokal dapat semakin terlihat.

Tiara, Koordinator UMKM KKN Kolaboratif menyampaikan, “Saya memilih untuk terlibat dalam pemberdayaan UMKM di sebuah kepulauan yang jauh dari akses program pembinaan, karena saya ingin mereka tetap memiliki kesempatan yang sama untuk berdaya, berkembang, dan mendapatkan akses pendampingan seperti UMKM yang berada di wilayah perkotaan.” ujarnya

Menurutnya, pemberdayaan tidak seharusnya berhenti ketika masa KKN berakhir. Terlebih, masih terdapat pelaku UMKM yang memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha maupun mengurus legalitas, tetapi belum mengetahui harus memulai dari mana dan membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.

“Saya juga ingin UMKM di Talango tetap bisa didampingi sekalipun KKN ini berakhir. Terutama bagi mereka yang ingin usahanya berkembang atau memiliki legalitas, tetapi masih bingung karena tidak ada pendampingan. Karena itu, kami berusaha membangun wadah yang bisa terus berjalan setelah kami selesai di sini,” tuturnya

Upaya tersebut diwujudkan melalui inisiasi Sekanca UMKM Talango, sebuah komunitas yang menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk saling terhubung, berbagi informasi, melakukan promosi, serta memperoleh akses terhadap peluang pengembangan usaha.

Keberadaan komunitas ini kemudian membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Halal Hub. KKN Kolaboratif telah melakukan komunikasi dan penjajakan kolaborasi untuk memastikan UMKM Talango tetap memiliki akses terhadap pendampingan setelah program KKN berakhir, khususnya dalam pengembangan usaha dan kebutuhan legalitas.

Di sisi lain, kolaborasi dengan Bank BRI Kalianget menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem digital dan keuangan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui QRIS, pelaku UMKM diperkenalkan pada pembayaran digital sekaligus diberikan pemahaman bahwa transaksi dapat dilakukan secara aman.

“Untuk digitalisasi pembayaran, kami sengaja menggandeng Bank BRI agar UMKM juga lebih percaya bahwa transaksi digital itu aman. Selain itu, BRI cukup mudah dijangkau di sini, termasuk ketika mereka membutuhkan layanan perbankan atau ingin mengambil uang. Jadi kami ingin digitalisasi ini bukan hanya soal QRIS, tetapi juga membuat UMKM semakin dekat dengan akses layanan keuangan.” jelas Tiara

Sinergi dengan BRI dan Halal Hub menjadi bukti bahwa pemberdayaan UMKM tidak harus dilakukan oleh satu pihak. Ketika mahasiswa, masyarakat, sektor perbankan, dan lembaga pendamping bergerak bersama, peluang untuk menciptakan dampak yang lebih panjang menjadi semakin besar.

Dari 32 UMKM yang diberdayakan, kini mulai dibangun sebuah ekosistem yang tidak hanya berfokus pada program selama KKN, tetapi juga membuka jalan bagi keberlanjutan melalui Sekanca UMKM Talango, kolaborasi dengan Halal Hub, serta sinergi digitalisasi bersama Bank BRI.

Bersinergi dalam langkah, berkolaborasi dalam gerakan, dan memastikan dampak tetap hidup bahkan setelah KKN berakhir.(Tiara putri / Miskawi)