SURABAYA – Indonesiajayanews– Pembekalan kepemimpinan dalam rangkaian Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (Prodammaba) Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya berlangsung tidak hanya serius, tetapi juga penuh kreativitas. Wakil Rektor II UHT, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Iwan Isnurwanto, yang juga merupakan mantan Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II), mengajak mahasiswa baru memahami bahwa kepemimpinan juga memiliki unsur seni.
Dalam sesi tersebut, Iwan menekankan bahwa menjadi seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, pengetahuan, maupun kecerdasan dalam mengambil keputusan. Kepemimpinan juga membutuhkan seni dalam berkomunikasi, membangun hubungan dengan orang lain, memahami situasi, serta mampu menggerakkan dan menginspirasi orang yang dipimpin.

Pesan tersebut disampaikan dengan cara yang berbeda. Di tengah sesi pembekalan di Gedung GSG UHT, Iwan mengajak mahasiswa baru bernyanyi bersama melalui lagu ciptaannya berjudul “Nggak Cuma Pinter.”
Ajakan itu sontak membuat suasana GSG UHT semakin semarak. Mahasiswa baru yang sebelumnya serius mengikuti materi mulai bernyanyi bersama. Suasana pembekalan pun berubah lebih cair dan interaktif.
Momen tersebut sekaligus menjadi contoh langsung bagaimana seni kepemimpinan diterapkan. Sebagai Wakil Rektor II UHT, Iwan tidak hanya berbicara mengenai teori kepemimpinan, tetapi juga membangun komunikasi dengan peserta melalui pendekatan yang kreatif, ringan, dan menyenangkan.
Melalui lagu tersebut, Iwan ingin menanamkan pesan bahwa menjadi mahasiswa dan calon pemimpin tidak cukup hanya pintar secara akademik. Ada nilai-nilai lain yang harus dibangun, seperti karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepedulian, serta kemampuan menghargai orang lain.
“Kepemimpinan itu ada seninya. Bagaimana kita berkomunikasi, bagaimana kita menyampaikan pesan, bagaimana kita membangun kebersamaan dan bagaimana membuat orang lain mau bergerak bersama,” menjadi pesan yang tercermin dalam pendekatan Iwan saat memberikan pembekalan.
Pendekatan tersebut membuat materi kepemimpinan terasa lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa. Seni kepemimpinan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi ditunjukkan melalui interaksi langsung antara pemateri dan mahasiswa baru.
Bagi mahasiswa baru, pengalaman bernyanyi bersama tersebut menjadi bagian yang berkesan dari pembekalan Prodammaba. Mereka tidak hanya mendapatkan wawasan tentang kepemimpinan, tetapi juga melihat bahwa seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan membaca suasana, membangun kedekatan, serta memilih cara komunikasi yang tepat.
Melalui pembekalan tersebut, UHT berupaya membentuk mahasiswa baru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, jiwa kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, toleransi, dan kepedulian sosial.
Kepemimpinan pun diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menjadi yang terdepan, tetapi juga menjadi seni untuk mengajak, merangkul, memberi teladan, dan bergerak bersama dalam memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.






