Surabaya, Indonesiajaya-news.com – TNI AL. Koarmada II. 31 Agustus 2026, Dalam upaya meningkatkan pemahaman teknis sekaligus mendukung kesiapan operasional unsur-unsur KRI, Asisten Logistik (Aslog) Pangkoarmada II Kolonel Laut (T) Rudi Hermawan menghadiri pembukaan Technical Discussion Class yang digelar oleh Koarmada II bersama Pertamina, bertempat di Hotel JW Marriott, Surabaya, Kamis (27/8). Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pemilihan serta pemanfaatan pelumas yang tepat dalam menjaga kondisi dan performa mesin KRI.
Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan forum untuk bertukar ilmu dan belajar bersama. Pangkoarmada II mengibaratkan pelumas sebagai “darahnya mesin”, karena melalui analisis pelumas dapat diketahui kondisi kesehatan mesin, mulai dari indikasi keausan, kontaminasi, hingga penurunan performa sebelum terjadi kerusakan. Kemampuan mendeteksi kondisi mesin sejak dini menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesiapan operasional KRI.

Lebih lanjut, Pangkoarmada II menekankan pentingnya menyinergikan pengalaman para pengawak KRI yang memahami karakteristik mesin dengan keahlian Pertamina dalam teknologi, formulasi, dan spesifikasi pelumas. Seluruh peserta diharapkan memanfaatkan forum secara maksimal dengan aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menyampaikan berbagai permasalahan teknis yang ditemukan di lapangan untuk mendapatkan solusi bersama para ahli.
Kegiatan diisi dengan tiga sesi berbagi pengetahuan, yakni Sharing Session bersama Technical Specialist Marine PT Pertamina Lubricants Rudiono Kamaludin Prasetyo, Consultant Marine PT Pertamina Lubricants Antony Tumpal Sinaga, serta Technical Service Advisor PT Pertamina Patra Niaga Maryono. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan kemampuan teknis personel semakin meningkat dalam melaksanakan pemeliharaan mesin secara tepat dan preventif, sehingga mampu mendukung keandalan alutsista serta kesiapan KRI dalam melaksanakan setiap tugas operasi.
(Arifin/Pen/2)













