SURABAYA, Indonesiajaya-news.com – Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (UHT) menggelar The 3rd International Conference on Comprehensive Medical and Maritime Expertise (ICOME 2026) di JW Marriott Hotel Surabaya, Sabtu (8/8/2026). Konferensi ini mempertemukan akademisi dan tenaga kesehatan dari sejumlah negara untuk membahas masa depan kedokteran maritim dan kesehatan masyarakat pesisir.
ICOME 2026 mengusung tema “From Diving Zones to Coastal Communities: Advancing One Health in Maritime Medicine and Blue Biomedicine.” Tema tersebut menyoroti pentingnya pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan dan lingkungan dalam menjawab tantangan kesehatan di kawasan maritim dan pesisir.
Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia, tarian pembukaan serta doa. Selanjutnya Dekan Fakultas Kedokteran UHT Benny Jovie, dr., SpJP., FIHA memberikan sambutan.
Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. kemudian menyampaikan sambutan sekaligus membuka konferensi secara resmi melalui pemukulan gong.
Dalam amanatnya, Avando menegaskan posisi UHT sebagai perguruan tinggi yang memiliki identitas kuat di bidang kemaritiman. Selama hampir empat dekade, UHT disebut terus mengembangkan pendidikan, penelitian, inovasi dan pengabdian masyarakat untuk mendukung visi Indonesia sebagai negara maritim.

“The future of global health cannot be separated from the health of our oceans and coastal communities.”
Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan utama dalam konferensi. UHT ingin mempertemukan ilmu kedokteran, keahlian maritim dan kolaborasi internasional untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan laut dan masyarakat pesisir.
Hadirkan Pakar dari 6 Negara
ICOME 2026 menghadirkan keynote speaker Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., Sp.OG, Subsp.Urogin-RE dari Universitas Airlangga Indonesia.
Ia membawakan materi “Women’s Pelvic Health in Coastal and Maritime Communities: A One Health Perspective”.
Konferensi juga menghadirkan sejumlah pembicara internasional dari Malaysia, Australia, Belarus, Vietnam, Jepang dan Indonesia. Kehadiran para pembicara tersebut menjadi bagian dari upaya UHT memperluas jejaring akademik dan kerja sama internasional di bidang kesehatan serta kemaritiman.
Pada sesi pertama, Prof. Dr. Nik Hisamuddin Nik Ab Rahman dari Universiti Sains Malaysia membahas “Sepsis Management in Emergency Department – Pearls and Pitfalls”.
Kemudian Dr. Nathan Franklin dari Charles Darwin University Australia membawakan materi “Building Sustainable Maritime Futures: Beyond Borders – Policy Dialogue and One Health Cooperation”.
Sesi pertama dipandu moderator dr. I Ketut Tirka Nandaka, SpKJ., Subspes.F(K)., SH.
Bahas Koma Pascabedah hingga Ketahanan Tubuh Pelaut
Sesi kedua menghadirkan Djatiwidodo E. P., dr., Sp.KL., Subps. PH. (K) dari Hang Tuah University Indonesia.
Ia membawakan materi “Postoperative Coma After Minor Surgery and Rationale for HBOT”.
Pembicara berikutnya yakni Dr. Vladimir Nikolaevich Bortnovsky dari Gomel State Medical University Belarus. Ia membahas “Administration Effectiveness of Biologically Active Substance to Increase the Resistance of Mariners’ Bodies”.
Sesi kedua dimoderatori Dr. Risma, dr., M.Si.
Setelah sesi kedua, peserta mendapatkan waktu untuk istirahat, salat dan makan sebelum konferensi dilanjutkan pada sesi ketiga.
Dari Blue Economy hingga Antimicrobial Resistance
Sesi ketiga menghadirkan tiga pembicara. Prof. Dr. Noengki Prameswari, drg., M.Kes., FICD dari Hang Tuah University Indonesia membawakan materi “Marine Medicine and the Blue Economy: Transforming Research into Healthcare Innovation Through Intellectual Property and Commercialization.”
Materi tersebut membahas bagaimana riset di bidang kedokteran maritim dapat dikembangkan menjadi inovasi kesehatan melalui kekayaan intelektual dan komersialisasi.
Selanjutnya Dr. Nguyen Trong The dari Military Central Hospital Vietnam membahas “Challenges in Clinical Management of Antimicrobial Resistance”.
Sementara Donny Lukmanto, apt., Ph.D. dari University of Tsukuba Jepang membawakan materi “Direct Reprogramming Approach for Treating Retinal Degeneration.”
Sesi ketiga dipandu dr. Wienta Diarsvitri, M.Sc., Ph.D., FISPH, FISCM.
Dihadiri Pimpinan UHT dan Yayasan Nala
Penyelenggaraan ICOME 2026 turut dihadiri Wakil Rektor I UHT Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio. dan Wakil Rektor III Laksamana Pertama TNI (Purn.) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si(Han)., M.Tr.Opsla.
Hadir pula Ketua Pengurus Yayasan Nala Laksamana Madya TNI (Purn.) Maman Firmansyah dan Ketua Pengawas Yayasan Nala Laksamana Muda TNI (Purn.) Rahmat Eko Rahardjo, M.Tr.(Han).
Rektor UHT berharap ICOME 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran ilmu. Konferensi ini diharapkan melahirkan diskusi ilmiah yang bermakna, kolaborasi internasional baru serta gagasan inovatif untuk kemajuan kedokteran maritim, kesehatan masyarakat dan blue biomedicine.
Avando juga berharap kerja sama yang terbangun dalam konferensi dapat berlanjut setelah kegiatan selesai. Menurutnya, kolaborasi lintas negara diperlukan untuk membangun laut yang lebih sehat, masyarakat pesisir yang lebih sehat serta dunia yang lebih sehat.
Dengan berakhirnya seluruh sesi ilmiah, 3rd International Conference on Comprehensive Medical and Maritime Expertise (ICOME 2026) resmi ditutup.
Penyelenggaraan ICOME 2026 menjadi bagian dari langkah Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mengembangkan kajian kedokteran yang memiliki keterkaitan erat dengan dunia maritim dan masyarakat pesisir.












