Hukum & Kriminal

63 Calon Advokat Ikuti PKPA Perdana Peradi SAI Surabaya, Tonic Tangkau Tekankan Ilmu dan Pengalaman

1441
×

63 Calon Advokat Ikuti PKPA Perdana Peradi SAI Surabaya, Tonic Tangkau Tekankan Ilmu dan Pengalaman

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Indonesiajaya-news.com — Sebanyak 63 peserta mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) perdana yang digelar DPC Peradi SAI Surabaya bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair).

PKPA ini menjadi tahapan penting bagi para peserta yang tengah mempersiapkan diri memasuki profesi advokat. Tidak sekadar membekali teori hukum, pendidikan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap praktik, etika, serta tanggung jawab profesi advokat.

Ketua DPC Peradi SAI Surabaya Tonic Tangkau menegaskan bahwa seorang calon advokat harus memiliki bekal yang utuh sebelum terjun menjalankan profesinya.

“Calon advokat tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka juga harus memahami praktik dan memiliki pengalaman yang menjadi bekal ketika nantinya berhadapan langsung dengan persoalan hukum di masyarakat,” tegas Tonic.

Menurutnya, profesi advokat memiliki tanggung jawab besar. Advokat tidak hanya dituntut memahami aturan hukum, tetapi juga harus mampu menjalankan profesinya secara profesional serta berpegang pada kode etik.

Karena itu, materi PKPA diarahkan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada peserta mengenai dunia profesi advokat, mulai dari aspek hukum, praktik beracara hingga etika profesi.

“Kami ingin peserta mendapatkan ilmu yang benar-benar bisa menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia advokat,” ujarnya.

Kerja sama DPC Peradi SAI Surabaya dengan Fakultas Hukum Unair dalam penyelenggaraan PKPA perdana tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan pembekalan yang memadukan perspektif akademik dengan kebutuhan praktik hukum.

Antusiasme 63 peserta dalam PKPA perdana ini menunjukkan tingginya minat untuk memasuki profesi advokat. Namun, perjalanan menuju profesi tersebut tidak berhenti pada pendidikan. Kompetensi, integritas, pengalaman, serta pemahaman terhadap kode etik menjadi bagian penting yang harus terus dibangun.

DPC Peradi SAI Surabaya berharap PKPA tersebut mampu melahirkan calon advokat yang tidak hanya memahami hukum secara teoritis, tetapi juga siap menghadapi kompleksitas persoalan hukum di lapangan.

Bagi Peradi SAI Surabaya, PKPA bukan sekadar memenuhi tahapan menuju profesi advokat. Lebih dari itu, pendidikan tersebut menjadi ruang untuk menyiapkan calon penegak hukum yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan tanggung jawab profesional.

Alternatif judul :

-63 Peserta Serbu PKPA Perdana Peradi SAI Surabaya, Tonic Tangkau: Calon Advokat Wajib Kuasai Ilmu dan Praktik

-Peradi SAI Surabaya Gelar PKPA Perdana, 63 Calon Advokat Digembleng Ilmu dan Pengalaman
Tak Cukup Kuasai Teori, 63 Peserta PKPA Peradi SAI Surabaya Dibekali Praktik dan Etika Profesi

-PKPA Perdana Peradi SAI Surabaya Diikuti 63 Peserta, Tonic Tangkau Tekankan Profesionalisme Calon Advokat

-63 Calon Advokat Mulai Digembleng, Peradi SAI Surabaya Gandeng FH Unair Gelar PKPA Perdana