Gresik, Indonesiajaya-news.com – Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Pertemuan Evaluasi dalam Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) dan Stunting yang digelar di Pendopo Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Hj. Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, S.I.Kom., Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Gresik dr. Hj. Puspitasari Asluchul Alif, M.Kes., Kepala Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Muhibatul Husna, M.Kes., Camat Cerme H. Umar Hasyim, S.H., M.M., serta Danramil 0817/08 Cerme Kapten Arh. M. Nurul Qomar.
Turut hadir Aiptu Miftah mewakili Kapolsek Cerme, Kepala KUA Cerme Muthohari Lutfi, Kepala UPT Puskesmas Cerme dr. Tony S. Hartono, Kepala UPT Puskesmas Dadapkuning dr. Anik Nuriyani, Kepala UPT Puskesmas Ujungpangkah dr. Sinta Puspitasari, serta para kepala desa dan kader PKK perwakilan se-Kecamatan Cerme.
Dalam rangkaiannya, kegiatan diisi dengan sambutan dari Camat Cerme, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Gresik dan Kepala Kesehatan Kabupaten Gresik.
Memasuki sesi utama, narasumber dari UPT Puskesmas Ujungpangkah menyampaikan materi mengenai kiat, evaluasi dan kolaborasi dalam upaya menurunkan AKI-AKB dan stunting di wilayah Kabupaten Gresik. Materi juga menekankan pentingnya perbaikan pola makan balita serta sosialisasi mengenai ketentuan usia pernikahan sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kesehatan ibu dan anak.

Danramil 0817/08 Cerme Kapten Arh. M. Nurul Qomar yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa TNI melalui jajaran Babinsa siap mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Cerme.
“Penurunan AKI-AKB dan stunting membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Babinsa akan terus membantu pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader dan masyarakat dalam memberikan edukasi serta mengawal program-program yang menyentuh langsung masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan. Edukasi tentang pemenuhan gizi, pola asuh, kesehatan ibu dan anak serta pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, PKK, pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan angka AKI-AKB maupun stunting dapat terus ditekan. Yang paling penting adalah langkah pencegahan dilakukan sejak dini dan menyentuh keluarga secara langsung,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta berkesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan terkait upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting di wilayah masing-masing.
Melalui pertemuan evaluasi tersebut, diharapkan terbangun komitmen bersama dan langkah konkret lintas sektor dalam mewujudkan generasi Kabupaten Gresik yang sehat, berkualitas dan bebas dari stunting. Sinergi yang berkelanjutan menjadi kunci agar setiap program kesehatan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Yon/Pen0817).












